Sabtu, 19 September 2015

PUALAM JIWAKU

Menira dengan manisnya ketulusan...
Menikam indah di buliran rasa...
merengkuh kilah dengan langkah pasti...
paduan merinai dengan luka asa...
sakit mengguris dengan lelana nikmatnya...
deritakah ataukah bahagia yang berkecamuk...?
Aku tak mengerti ...!
Saat rasa kangen itu menjerat....
lilitan rindu menikam belahan dada...
seakan tertusuk belati sangkala...
diiris sembhilu kangen yang menjulang...
bhilu keindahan yang perih dalam nikmat...
saat ini derita menghipit dengan rasa cinta...
aku tak bisa memahami gejolak ini...
yang aku tahu,dan yang aku mengerti....
Betapa aku mencintaiMu permata hatiku....
Walau kadang sakit menghujam ulu hati...
pedihnya rasa kangen yang menggulana...
di ujung awan aku bertengger...
di kaki langit aku termangu...
di sana gelisahkan terasa indah....
sedanpun berpadu dengan rindu...
sedu yang membalut jiwa...
sendu tatapan memandang riak riak semilir...
bergulat dengan keinginan yang memacu...
tergolek lunglai di pualam hitam...
kelam kian meliuk melukis tatapan...
Di legam yang semakin memekat...
hanya wajahmu menggambar langit rasa...
menjelma di pelupuk tanpa tersadari....
juwita malam...
suntingan rembulan...
netrapun tak berkedip sedikitpun...
pandanganku hanya kepada wajah iswari...
betapa indah pesona yang kau tebar...
oh pualam jiwaku....
ParameswariKu...
cinta ini hanya untukMu....
Walau selaksa beban melentik...
terpenjara jeruji rindu yang yang mengikat...
kulum asa terus menoreh aksara cinta ...
di sini aku duduk memana...
gelut rindu terus meronta...
kuingin jemari kita lekat dalam genggaman kasih..
berpadu satu tak akan terpisah lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar