Sabtu, 19 September 2015

SAMALAS DENGAN EDELWEES CINTAKU
( Taman Nasional Gunung Rinjani Lombok )

Di jeram jiwaku yang yang tak retak..
di tebing tebing asa yang mendamba..
jurang jiwaku memendam rindu..
bayu hasrat berdesir diantara edelwees cintaku
di sini semilir itu terus berdendang..
di cadas bebatuan hasrat...
berpantang dengan pendirian yang tak goyah..
cinta telah menoreh kasih yang dalam
di rimbun edelwees yang tak pernah layu
sang angin mencumbu waktu yang bergulir
rindukupun kian menggebu di deru kangen
menguntai bahasa kabut yang menerpa
dingin gigil terasa di persendian
namun kehangatan kasihmu tak sirna
aku merasakannya semakin nyata
bunga edelweespun menyungging senyum
seakan berkata kepadaku dengan halus
cintamu akan seabadi mekarku
kupandang diantara rimbunmu yang tegar
di sana ada senyummu yang menyejukkan
terlukis dengan ulas yang menawan
gemersikmupun mengisyaratkan cinta
tentang keabadian cinta yang tak lekang
aku menyadari .betapa aku mencintaimu
bias bias kasihmu dapat kurasakan
bagai radio isotop yang dapat merubah fartikel
gebuan kangenpun kian menjulang
rinduku berkubang dengan gulatnya
edelweespun berkilah dengan goyangnya
tanda setuju tentang jalinan yang kuat
sungguh aku sangat merindukanmu
belaian kasihmu dalam dekapan cinta
lekatnya rindu yang tak berjarak
edelweespun tersenyum dengan ulasnya
untuk sebuah keabadian cinta yang tak pupus
edelwees itupun terus berkata dalam jiwaku
semoga cinta kita tak terlepas dari genggamanya
tak pudar oleh gerus sangkala yang mendera
karena aku sungguh sangat mencintaim
PUALAM JIWAKU

Menira dengan manisnya ketulusan...
Menikam indah di buliran rasa...
merengkuh kilah dengan langkah pasti...
paduan merinai dengan luka asa...
sakit mengguris dengan lelana nikmatnya...
deritakah ataukah bahagia yang berkecamuk...?
Aku tak mengerti ...!
Saat rasa kangen itu menjerat....
lilitan rindu menikam belahan dada...
seakan tertusuk belati sangkala...
diiris sembhilu kangen yang menjulang...
bhilu keindahan yang perih dalam nikmat...
saat ini derita menghipit dengan rasa cinta...
aku tak bisa memahami gejolak ini...
yang aku tahu,dan yang aku mengerti....
Betapa aku mencintaiMu permata hatiku....
Walau kadang sakit menghujam ulu hati...
pedihnya rasa kangen yang menggulana...
di ujung awan aku bertengger...
di kaki langit aku termangu...
di sana gelisahkan terasa indah....
sedanpun berpadu dengan rindu...
sedu yang membalut jiwa...
sendu tatapan memandang riak riak semilir...
bergulat dengan keinginan yang memacu...
tergolek lunglai di pualam hitam...
kelam kian meliuk melukis tatapan...
Di legam yang semakin memekat...
hanya wajahmu menggambar langit rasa...
menjelma di pelupuk tanpa tersadari....
juwita malam...
suntingan rembulan...
netrapun tak berkedip sedikitpun...
pandanganku hanya kepada wajah iswari...
betapa indah pesona yang kau tebar...
oh pualam jiwaku....
ParameswariKu...
cinta ini hanya untukMu....
Walau selaksa beban melentik...
terpenjara jeruji rindu yang yang mengikat...
kulum asa terus menoreh aksara cinta ...
di sini aku duduk memana...
gelut rindu terus meronta...
kuingin jemari kita lekat dalam genggaman kasih..
berpadu satu tak akan terpisah lagi.
DI BIBIR PANTAI KASIH

Di bibir pantai kasih,kurengkuh cintamu...
angan meliris gulatan hati yang membalut...
rinai kasih merajut keindahan ...
relung rasa terus meronta....
luapan hasrat tak terbendung...
melukis rindu di dada langit...
halimun kangen menggumul ....
membuncah dengan gejolaknya...
luapan luapan yang terus mengubang....
di bibir pantai cinta,kasih mendulang harap....
lazuardi kecemasan kian menipis...
karena rangkulan kasihmu tak terlepas....
jemari ketulusan saling menggengam.....
hangatnya terasa dengan rasukan asmara...
tatapan beradu dengan kerling berbalas...
terpana angin oleh desir cinta yang membara...
bayupun terpukau oleh jalinan kasih yang tulus...
di bibir pantai kasih,riak riak cinta bersemi...
lekat satu dengan hasrat sorgawi...
senyum beradu saling menyunging...
tatapan memelas dengan desah cinta....
Rinai kasih saling membalut tak terpisah...
di bibir pantai cinta,dekapan itu saling memagut...
menggumul rasa yang saling merengkuh...
desir darah cinta,kian mengencang...
mengalir dengan fartikel partikel kasih...
saling membutuhkan,tak terlarai secuilpun...
di bibir pantai kasih,pelukan cinta saling mendekap
yang ku inginkan,hanya satu...
Cinta ini terus bersemi ,tak terpisah sampai ke penghujung.
karena aku,sungguh sangat mencintaimu kasihku..
GEMURUH RINDUKU PADAMU

Gemuruh angan menyambar sekujur persendian...
kilatan kilatan hasrat ,meloncat dengan rawasianya..
gumpalan awan kangen menutupi langit jiwa...
gemuruh itu terus mengguruh tak henti....
gairah bagai petir yang menyambar....
luapanya bergetar dengan ion ion rindu...
ledakan ledakannya memadu senyawa cinta...
dari fartikel fartikel kangen yang mengejar intinya
bagai radio isotop yang dapat mengubah sesuatu...
Gemuruh rinduku padamu terus menggema...
dari percikan menjadi kilatan yang meluap...
memasung hati,pikiran dan perasaan....
gemuruh rinduku padamu kian menguat....
mengalir kencang di nadi nadi kasih....
di sini aku mengulam rindu yang terus membara...
netra hati tak pernah penat untuk mencintaimu...
hasrat tak pernah letih untuk menginginkanmu...
di gemuruh jiwa ini,hanya ada getaran cinta untukmu.
gemuruh itu itupun terus menjamah ragaku...
menguasai seluruh sendi sendi keinginanku...
Gemuruh rinduku padamu tak pernah jeda...
mengalir,berputar.bergetar di setiap waktu...
buluh buluh kasih terus mengencang ...
rinduku kian mengubang padamu....
cintaku tak terlarai lagi dari genggamnya...
Gemuruh rinduku padamu,tak pernah pudar
tak pupus oleh auman sang waktu---
gemertah cinta terus bergejolak tak terbendung..
rasa kangen menggulat diriku detiap saat...
Gemuruh rinduku padamu tak akan lekang...
karena aku sangat mencintaimu
PERMATA HATIKU

Ulas senyummu yang telah meluluhkankan jiwaku
dengan rinai manis di sungging indahmu..........
pesona yang melukis wajahmu......
meregam rasa.,menggurat jiwa
membelai ,mengelus sukma
selaksa beban cinta merundung
dengan lepahnya,jeratannya dan kekang kangeenya
jelaga hati hanya mengingatnya dengan gelayutnya...........
pesonamu dan pukaumu yang memana
aku terpana pada tatap binar matamu
kerling yang melukis kesejukan.........
di hamparan harapku yang tak pudar.........
tersulam indah angan yang tak lekah
tak pupus dari regatan jiwa yang mendamba.........
ukiran cinta ini hanya untukmu kasihku.....
renai gerimis mengalunkan melody kasmara........
saat jiwa ini terjerat lilitan rindu yang mengharu ..........
walau kelam berkabut pekat di kaki langit...
gulitanya malam,pekatnya,legamnya
tak pernah menyurutkan rasa kangenku padamu ........
angin mengibas terasa indah...........
riungnya seakan membawa berita
dari buih buih ombak yang merebak...
suaranya jelas dengan derai hempasnya...........
seperti gelombang rinduku yang bercengkerama
dengan asmara yang bergundah........
bagai badai yang mengikis karang keangkuhan..........
oh sang kasmara.kau telah menguah rasaku
dengan rindu yang teramat dalam
hanya untukmu kasihku,rinduku menggurat .......
di setiap detik dan waktu,selalu kuingat......
rinai manis keindahan ulasmu..........
pesona wajahmu meregam rasa...........
selaksa beban cinta merundung dengan lepahnya...............
jelaga hati hanya mengingatnya dengan gelayutnya...........
aku terpana pada tatap binar mata yang melukis kesejukan.........
Kalbuku merenda bunga asmara di hamparan sukmaku.........
tersulam indah angan yang tak lekah .........
ukiran cinta ini hanya untukmu .....
renai gerimis membalut rasa kangeen........
jiwa ini terjerat oleh lilitan rindu yang mengharu ..........
walau kelam berkabut pekat di kaki langit...
gulitanya malam,legamnya kelam
tak pernah memupuskan rasa kangenku padamu .......
angin mengibas terasa indah...........
riungnya seakan membawa berita dari buih yang merebak...
suaranya jelas dengan derai hempasnya...........
bagai guruh hati yang terbelit rasa kangen
hanya untukmu ,Permata hatiku,Ratna jiwaku........
yang selalu ku rindukan,di setiap detik dan waktu.....